EKSPOSKALTIM, Bontang - Cuaca ekstrim dan angin kencang yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Bontang dipastikan tak berdampak signifikan terhadap tangkapan ikan nelayan.
Hal ini disampaikan Ketua Unit Pelaksana Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan (UPT-PPI) Roysai M Mallisa, beberapa waktu lalu.
Roysai mengatakan, nelayan lokal memiliki cara tersendiri ketika menghadapi cuaca yang kerap kali berubah ini.
Pasokan ikan laut tetap ada, walau tak dimungkiri terjadi penurunan.
Baca: Tebar Satu Ton Ikan, Lomba Mancing Meriahkan HUT PKT
"Sebenarnya, Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) sendiri telah meneruskan himbauan dari pemerintah pusat. Namun, DKP3 tidak dapat melarang nelayan untuk tak melaut," ujarnya.
Meski kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup membahayakan bagi para nelayan, namun secara keseluruhan untuk pasokan ikan laut tetap aman.
Terlebih, pasokan ikan di Bontang tidak hanya mengandalkan nelayan lokal saja. Banyak nelayan dari luar wilayah Kaltim yang membawa hasil tangkapannya ke sini.
"Seperti nelayan dari Sulawesi Barat, mereka datang bawa ikan,” ucapnya.
Baca: Pengawasan Laut Beralih ke Provinsi, DKP3 Bontang Cemas Teror Bom Ikan Tumbuh Subur
Dia menyebut, nelayan yang tidak melaut mengeluhkan faktor cuaca sebagai kendala. Hal itu dilakukan untuk menghindari badai laut saat menangkap ikan.
Kendati demikian, Nelayan memiliki kearifan lokal untuk menangani cuaca buruk.
"Ada yang melaut, namun ada juga yang tidak. Tergantung kemauan nelayan masing-masing melihat kondisi cuaca," tukasnya. (Adv)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Cycling Tour Semarakkan Erau Pelas Benua Kota Bontang
ekspos tv
VIDEO: Diskominfotik Bontang Dapat Kunjungan dari Komisi Informasi Kaltim
ekspos tv
VIDEO: Pembukaan Pesta Laut Bontang Kuala 2017
ekspos tv

