EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Konflik internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) berimbas kepada dukungan di Pilgub Kaltim. Hanura versi Ketua Umum DPP, Darmayatmo, telah resmi memberikan dukungan terhadap pasangan calon Syaharie Jaang- Awang Ferdian Hidayat.
Bentuk dukungan tersebut diserahkan secara resmi di Sekretariat DPD Hanura Kaltim, di Jalan Cempedak Samarinda, Sabtu (17/2/2018) malam.
Acara tersebut, dikemas dengan syukuran dan silaturahmi para simpatisan Ketua DPD Hanura (kubu Daryatmo) Herwan Susanto bersama dengan Calon Wakil Gubernur Kaltim Awang Ferdian Hidayat.
“Secara resmi saya dan simpatisan Hanura Kaltim, disaksikan oleh seluruh DPC Hanura se–Kaltim, menyerahkan SK dukungan kepada paslon Syaharie Jaang- Awang Ferdian Hidayat dengan ikhlas tanpa permintaan apapun,” kata Herwan, disambut gemuruh oleh hampir 3 ribuan kader dan simpatisan yang hadir saat itu.
Baca: Sejumlah Apotik di Bontang Mulai Stop Penjualan Albothyl
Diketahui, sebelum konflik internal Partai Hanura, DPD Hanura Kaltim mengusung paslon Rusmadi Wongso- Safaruddin melalui koalisi dengan PDI Perjuangan, dan mengantarkannya mendaftar ke KPU Kaltim sebagai peserta Pilgub Kaltim 2018-2023.
Di tengah jalan, internal partai Hanura terpecah, kubu Osman Sapta Odang tetap mendukung Rusmadi – Safaruddin. Kedua kubu ini, tengah melakukan proses hukum meskipun Menteri Hukum dan HAM telah mensahkan Partai Hanura kubu Osman Sapta Odang. Di Kaltim dipimpin oleh Ketua DPD Hanura Surpani.
”Sesuai SK DPP Partai Hanura memutuskan pengalihan dukungan paslon Pilgub Kaltim2018-2023 kepada Syaharie Jaang dan Awang Ferdian. Surat dukungan sudah diserahkan langsung ke paslon,” kata Herwan.
SK DPP Partai Hanura Nomor : SKEP/026/DPP-HANURA/H/2018 yang ditandatangani Ketua Umum Daryatmo dan Sekretaris Jenderal Sarifuddin Sudding tertanggal 7 Februari 2018 berisikan dukungan terhadap paslon cagub dan cawagub Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat.
Dalam sambutannya, Herwan mengakui pengalihan dukungan ini adalah bentuk kekecewaannya terhadap paslon Rusmadi-Safaruddin. Kata dia, Rusmadi tidak konsisten dengan janjinya di awal yang ingin merangkul dua kubu di Partai Hanura saat ini.
“Tiba –tiba tim kami dikeluarkan dari tim pemenangan (Rusmadi-Safaruddin) dan menggantinya dengan kubu yang lain. Dia anggap kita ini kubu ilegal, padahalkan lagi gugatan hukum. Mestinya tidak boleh begitu. Ini soal harga diri dan martabat Partai Hanura yang sudah saya besarkan selama 11 tahun. Belum jadi gubernur saja sudah tidak konsisten apa lagi sudah jadi gubernur,” beber Herwan.
Baca: DPRD Kaltim Soroti Jalan Umum di Kukar Dijadikan Hauling Batu Bara
Dengan kekecewaan tersebut, dirinya lantas mendukung paslon lain. Dari ketiga paslon yang ada, lanjut Herwan, paslon Syaharie Jaang- Awang Ferdian Hidayat memiliki elektabilitas tertinggi dibanding kandidat yang lain.
“Survei internal kami mencapai 60 persen dan jauh melebihi paslon yang lain. Dan beliau juga merupakan dua putra terbaik Kaltim.”
“Saya akan kerahkan semua potensi yang ada di diri saya. Dan lihat malam mini, hampir 3 ribuan kader dan simpatisan dan 10 DPC hadir,” tukas anggota DPRD Kaltim ini.
Dengan merapatnya gerbong partai Hanura ini makin menambah koalisi gabungan paslon Syaharie Jaang –Awang Ferdian Hidayat yang telah sebelumnya ada Partai Demokrat, PPP, PKB, Perindo, dan PBB. (*)
Tonton juga video-video menarik di bawah ini:
VIDEO: Wartawan Independen Bone Libatkan Ribuan Orang dalam Pelaksanaan Baksos
ekspos tv
VIDEO: VIDEO: Sabu Seberat 43,4 Gram Asal Kaltim Gagal Beredar di Bone
ekspos tv
VIDEO: Kisruh Pilkada Bone, Umar-Madeng Lapor KPU ke Polisi
ekspos tv

