PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Komisi I DPRD Kaltim Komentari Lembaga Survei di Pilgub

Home Berita Komisi I Dprd Kaltim Kome ...

Komisi I DPRD Kaltim Komentari Lembaga Survei di Pilgub
Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrahman. (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Konstelasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Kaltim 2018-2023 sudah mulai memanas. Lembaga survei bermunculan menyampaikan hasil riset mereka terhadap kandidat Pilgub Kaltim.

Ketua Komisi I DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrahman, meminta kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memantau pergerakan para lembaga survei tersebut. Termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim.

Menurutnya, lembaga survei yang melakukan survei haruslah memiliki legalitas yang terdaftar di KPU dengan kredibilitas yang mumpuni.

Baca: Ada Patroli Pemburu Minyak di Teluk Balikpapan

"Karena kalau tidak, tentu yang dirugikan adalah masyarakat. Jika memang ada aturannya, Bawaslu harus mengendalikan mereka," kata Zain.

Diketahui, belum lama ini Relawan Kaltim Hebat (REKAT) megeluarkan hasil survei kandidat Pilgub Kaltim. Rilis ini memunculkan kontroversi di kalangan masyarakat.

Menurut Zain, hasil lembaga survei yang dilakukan oleh siapapun perlu disikapi dengan jernih.

“Survei itu ada metodologinya. Pasti ada ukuran dan pakem akademiknya. Lembaga apapun yang mampu melakukan survei, sepanjang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan kredibel, itu tidak masalah,” terangnya.

Syarat lembaga survei yang kredibel, lanjut Zain, harus mampu menjelaskan secara detail pada publik, proses pengambilan sampel, pengolahan, hingga pengambilan kesimpulan.

Baca: Pansus Raperda Perubahan Iklim Gandeng Perusahaan Tekan Emisi

Zain menambahkan, masyarakat sudah mampu menilai hasil survei. Termasuk membedakan lembaga survei kredibel dan abal-abal. Sehingga, masyarakat tidak lagi mampu terkecoh dengan hasil survei yang membawa kepentingan paslon tertentu.

“Dalam kondisi yang sudah serba terbuka sekarang, kalau ada survei yang menggunakan lembaga survei abal-abal, malah akan merugikan paslon itu sendiri. Karena paslon itu dianggap melakukan pembohongan publik,” tegasnya.

Ia pun berharap, KPU dan Bawaslu Kaltim dapat meningkatkan sinergitas untuk penyelenggaraan Pilgub Kaltim yang sukses dengan berjalan kondusif. Termasuk meningkatkan partisipasi pemilih. Dengan cara meminimalisir segala potensi kegaduhan dan perpecahan. (adv)

Tonton juga video menarik di bawah ini:

VIDEO: Lembaga Adat Besar Kutim Sambangi PT Indominco

ekspos tv


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :