Secara keseluruhan, terdapat sekitar 16 titik rawan di ruas Sangatta hingga Simpang Perdau, dengan tingkat kerusakan bervariasi.
EKSPOSKALTIM, Sangatta - Ruas jalan nasional penghubung Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara di segmen Sangatta–Bengalon terancam putus akibat longsor di sejumlah titik. Pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menetapkan penanganan darurat sebagai prioritas dengan menyiapkan anggaran miliaran rupiah tahun ini.
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk menangani longsor di jalan nasional poros Sangatta–Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Ruas ini merupakan jalur utama distribusi dan mobilitas antardaerah menuju Kalimantan Utara.
“Ini aset jalan nasional. Penanganannya sudah kami usulkan dan disetujui, masuk prioritas, dan akan dilaksanakan tahun ini,” ujar Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Kalimantan Timur BBPJN, Viasmudji Bitticaca, Selasa (20/1), dikutip dari antara.
Menurut Viasmudji, pada tahap awal BBPJN menyiapkan anggaran sekitar Rp5 miliar hingga Rp5,5 miliar, meski nilai tersebut masih bersifat estimasi karena proses kontrak belum berjalan. Biaya penanganan longsor diperkirakan mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta per meter.
“Panjang longsoran prioritas yang akan ditangani sekitar 50 meter pada satu titik utama,” katanya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 16 titik rawan longsor di ruas Sangatta hingga Simpang Perdau, dengan tingkat kerusakan bervariasi. Sejumlah titik bersifat minor, namun sebagian lainnya cukup parah hingga menggerus setengah badan jalan.
Sambil menunggu pekerjaan utama dimulai, BBPJN melakukan penanganan preventif untuk mencegah kerusakan meluas, seperti pemasangan bronjong dan sandbag. Langkah ini dilakukan agar akses jalan tetap terbuka dan lalu lintas tidak terputus.
“Yang terpenting kami pastikan lalu lintas tetap berjalan, meskipun sementara harus diberlakukan satu arah dengan sistem buka-tutup,” ujar Viasmudji.
Ruas Sangatta–Bengalon selama ini menjadi jalur strategis penghubung Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, sehingga kelancaran dan keselamatan akses dinilai krusial bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

