PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Korban Diterkam Buaya di Paser Ditemukan Tak Utuh

Home Berita Korban Diterkam Buaya Di ...

Korban Diterkam Buaya di Paser Ditemukan Tak Utuh
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan sejumlah bagian tubuh korban terkaman buaya di Sungai Sangkuranai. Foto: Polsek Batu Engau

EKSPOSKALTIM, Paser – Upaya pencarian terhadap Muhammad Helmi (36), warga Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, yang dilaporkan diterkam buaya di Sungai Sangkuranai, membuahkan hasil. Namun, jasad korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Kapolsek Batu Engau AKP Hadi Purwanto mengatakan bagian tubuh korban ditemukan pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita, atau sehari setelah kejadian. Lokasi penemuan berada sekitar 200 meter dari titik awal korban diterkam buaya.

“Korban pertama kali ditemukan oleh Ketua RT setempat, Rubandi,” ujar AKP Hadi.

Bagian tubuh yang ditemukan berupa badan korban, sementara kepala serta kedua tangan dan kaki korban belum ditemukan hingga laporan ini disusun.

Pencarian telah dilakukan sejak Minggu (18/1/2026) sore. Personel Polsek Batu Engau bersama warga setempat menyisir aliran Sungai Sangkuranai menggunakan perahu milik masyarakat sejak pukul 17.00 Wita. Namun, pencarian dihentikan sementara sekitar pukul 21.00 Wita dan dilanjutkan keesokan harinya menunggu kondisi air kembali surut.

https://eksposkaltim.com/berita-16076-asyik-jala-udang-warga-paser-diduga-diterkam-buaya-di-sungai-sangkuranai.html

Pada Senin pagi, tim gabungan dari BNPB dan Basarnas Kabupaten Paser tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 10.00 Wita dengan sejumlah armada darat dan perahu karet. Tim kemudian melanjutkan pencarian untuk menemukan bagian tubuh korban yang masih hilang, terutama kepala serta tangan dan kaki.

Setelah dievakuasi, bagian tubuh korban sempat disemayamkan di rumah orang tua korban di RT 005 Desa Petangis, Kecamatan Batu Engau. Selanjutnya, sekitar pukul 11.30 Wita, jasad korban yang telah ditemukan dimakamkan di pemakaman umum Desa Petangis.

"Pihak keluarga korban menyatakan tidak keberatan dan menolak dilakukan visum atau otopsi, serta telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah," jelasnya.

Hingga kini, pencarian lanjutan masih dilakukan oleh tim gabungan BNPB, Basarnas, Polri, dan masyarakat, dengan fokus menyisir aliran Sungai Sangkuranai untuk menemukan bagian tubuh korban yang belum ditemukan.

"Warga yang beraktivitas di sungai-sungai Kalimantan Timur agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah tersebut merupakan habitat alami buaya," jelas Hadi.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%100%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :