EKSPOSKALTIM, Balikpapan – Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan menilai penyerapan tenaga kerja melalui Job Market Fair tahun lalu kurang dimanfaatkan dengan baik.
Dari data, sekira 1.800 orang yang masuk dunia kerja hanya sepertiganya yang tetap bertahan. Sebanyak 1.200 orang lainnya memilih berhenti setelah beberapa hari sampai satu bulan bekerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tirta Dewi menilai persoalan mental pekerja menjadi penyebab.
"Masih kalah dengan pendatang yang benar-benar memanfaatkan peluang itu. Sekitar 600 orang yang tetap bertahan,” terangnya.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih belum pulih tentu sangat disayangkan membuang kesempatan tersebut, kata Tirta Dewi.
Pemerintah sudah memetakan persoalan tersebut dan menyusun formula memperbaiki mental pekerja maupun pencari kerja di Balikpapan.
Hal tersebut, juga dimaksudkan agar ke depan pekerja lokal juga punya daya saing yang kuat di dunia kerja.
“Jangan sampai orang Balikpapan hanya jadi penonton,” kata dia.
Tahun ini, Disnaker kembali menggelar JMF yang diikuti 95 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, keuangan, perhotelan, kelistrikan, jasa pendidikan, pertambangan dan juga migas.
Setidaknya ada 1602 lowongan yang disediakan pada helatan JMF yang digelar 22-24 Agustus di Balikpapan Sport and Convention Centre (BSCC) Dome.
“Bidang pertambangan dan migas sudah ada yang ikut, hanya memang belum maksimal. Karena memang pertambangan dan migas masih lumayan lesu,” terangnya.
Pemerintah menargetkan JMF menyerap 25 persen dari total pencari kerja di Kota Minyak yang mencapai 6.743.
Tahun lalu, tambah Tirta, JMF dihadiri oleh 4.000 lebih peserta.
“Tahun ini tentu kami berharap lebih banyak yang hadir, karena ini merupakan peluang yang baik,” tutupnya.

