EKSPOS KALTIM.COM, Bontang - Tingkatkan pemahaman petani dalam mendorong produktivitas lahan pertanian, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menggelar pelatihan pembuatan kompos menggunakan Bioaktivator Biodex, bagi Kelompok Tani Hutan (KHT) Mitra Wana Lestari, Kelurahan Karang Joang Kota Balikpapan. Kegiatan ini berlangsung pada awal Februari 2023 lalu, bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim.
VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Indah Febrianty, mengatakan pelatihan ini mendapatkan ketersediaan bahan baku berupa kiambang yang banyak didapat di Danau Manggar Balikpapan, yang kerap menutupi permukaan udara hingga mengganggu dianggap. Dengan pertumbuhan yang terbilang pesat, kiambang sejatinya bisa dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan kompos yang sangat bermanfaat bagi tanaman.
Pelatihan ini juga bertujuan untuk mengembangkan potensi kelompok tani dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para petani, agar mampu memaksimalkan limbah organik guna memacu potensi dan produktivitas lahan pertanian. Selain itu juga bentuk komitmen Pupuk Kaltim terhadap kemajuan sektor pertanian melalui produk unggulan yang ramah lingkungan, melalui pemanfaatan serta penggunaan pupuk hayati bagi tanaman.
“Melalui pelatihan para petani ini bisa memanfaatkan bahan organik yang awalnya dianggap tidak bermanfaat, menjadi kompos yang berfungsi untuk lahan pertanian dan tanaman. Sehingga kedepan, para petani bisa memproduksi kompos sendiri untuk menekan biaya produksi dan kebutuhan pupuk tanaman,” terang Indah, Rabu (1/3/2023).
Dijelaskan Indah, pelatihan pembuatan kompos ini bagian dari pendampingan Pupuk Kaltim untuk memaksimalkan lahan garapan petani, dengan penerapan pemupukan berimbang sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah. Biodex sebagai bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik, hadir dengan konsep ramah lingkungan dan memiliki kemampuan mempercepat proses pengomposan secara efektif.
Bioaktivator ini pun mampu meningkatkan unsur hara dalam tanah dengan lebih maksimal, karena diperkaya kandungan Trichoderma sp. yang berfungsi sebagai biopestisida, sehingga mampu menangkal berbagai macam patogen maupun jamur.
“Biodex juga dapat diaplikasikan tanpa harus menambahkan bahan lain seperti molase atau tetes tebu sebagai katalisator. Hal ini salah satu wujud aktif Pupuk Kaltim dalam memperbaiki kualitas tanah guna mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” tambah Indah.
Selama pelatihan, anggota kelompok tani Hutan Mitra Wana Lestari menjelaskan tata cara pengaplikasian Biodex pada bahan baku kiambang dan daun bambu, yang sebelumnya telah dicacah agar Biodex bekerja maksimal saat proses pencampuran. Selain itu Pupuk Kaltim juga memberikan tips agar pengomposan bekerja maksimal, yakni dengan memperhatikan alas pengomposan yang harus tetap dalam kondisi kering.
Mewakili Dinas Kehutanan Kaltim, Plt Kepala UPTD KPHL Balikpapan M Nasir, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pupuk Kaltim mengedukasi petani untuk mendorong produktivitas pertanian, melalui pemanfaatan bahan organik menjadi kompos.
Menurut Nasir, kiambang selama ini dianggap mengganggu dan sering dibuang oleh masyarakat sehingga menjadi limbah tak terpakai. Namun dengan pelatihan ini, para petani mampu memaksimalkan potensi kiambang, untuk digunakan sebagai pupuk organik guna mendororong produktivitas lahan dan tanaman.
“Kiambang yang selama ini menjadi limbah dan terbuang, kini dapat dimanfaatkan untuk bahan kompos yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Dukungan Pupuk kaltim melalui edukasi ini sangat kami apresiasi, guna meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat,” ucap M Nasir.
Dirinya berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara layang-layang, sebagai bentuk pendampingan bagi para petani dalam mengelola lahan agar lebih produktif. Sebab kegiatan seperti ini menjadi perusak semangat dan nilai tambah bagi petani, untuk mampu memaksimalkan potensi gulma agar tidak terbuang menjadi limbah.
“Semoga sinergi dengan Pupuk Kaltim dapat terus berjalan seiring, memberi manfaat serta nilai tambah bagi petani sekaligus mendorong produktivitas pertanian di Kalimantan Timur,” pungkas M Nasir.(adv)

