Sinyal darurat yang terdeteksi tak lama setelah lepas landas berujung pada operasi pencarian di perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan pilot pesawat kargo pengangkut BBM milik Pelita ditemukan meninggal dunia.
EKSPOSKALTIM, Jakarta — Basarnas memastikan jenazah pilot pesawat milik PT Pelita Air Service yang jatuh di wilayah perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil ditemukan dan dievakuasi pada Kamis (19/2).
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan meski jarak pos SAR cukup jauh dari lokasi kejadian, unsur potensi SAR bersama TNI dan masyarakat setempat bergerak cepat menuju titik jatuhnya pesawat.
"Ya jarak pos atau unit Basarnas cukup jauh dengan lokasi jatuhnya pesawat, namun berkat bantuan potensi SAR, pesawat sekaligus pilot dapat ditemukan," kata Edy saat dikonfirmasi di Jakarta, dikutip dari antara.
Pilot bernama Capt. Hendrick Lodewyck Adam ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pada pukul 15.20 Wita, jenazah dibawa ke RS Pratama Long Bawan untuk penanganan lebih lanjut.
Pesawat jenis Air Tractor AT-802 dengan registrasi PK-PAA itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak setelah lepas landas dari Bandara Long Bawan menuju Tarakan pukul 12.10 Wita. Sekitar pukul 12.20 Wita, sinyal darurat emergency locator transmitter (ELT) terdeteksi.
https://eksposkaltim.com/berita-16306-pesawat-bbm-jatuh-di-nunukan-pilot-ditemukan-meninggal-.html
Saksi mata di apron juga melihat pesawat turun dalam posisi miring ke arah belakang bukit di ujung landasan 22. Pada pukul 13.25 Wita, bangkai pesawat ditemukan di wilayah perbukitan, dan pilot ditemukan meninggal dunia pada pukul 14.33 Wita sebelum akhirnya dievakuasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyatakan pilot dinyatakan meninggal dunia berdasarkan informasi yang diterima pukul 15.16 Wita.
Pesawat yang dioperasikan Pelita Air Service tersebut merupakan armada kargo pengangkut bahan bakar minyak (BBM) untuk distribusi ke daerah terpencil dalam program BBM Satu Harga. Penerbangan diawaki satu orang pilot tanpa awak kabin maupun penumpang.
Dari sisi kelaikudaraan, pesawat buatan 2013 itu telah menjalani pemeriksaan rutin 100 jam dan 200 jam pada 11 Februari 2026, dengan total jam terbang mencapai 3.303 jam.
Kementerian Perhubungan menyatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkoordinasi dengan operator dan otoritas terkait untuk memastikan penanganan serta proses investigasi berjalan sesuai ketentuan.

