EKSPOSKALTIM, Bontang - Belum lama ini marak beredar kabar di media sosial soal pembubaran enam organisasi masyarakat (Ormas) yang akan dilakukan oleh pemerintah.
Dalam kabar yang beredar, selain HTI, pemerintah juga akan membubarkan Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS), Jamaah Ansarut Tauhid (JAT), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI).
Namun terkait hal ini, Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono didampingi Kasubbag Humas Iptu Suyono membenarkan kepada seluruh warga bahwa penyebaran yang ada di media sosial terkait dengan enam ormas yang akan dibubarkan pemerintah adalah tidak benar.
"Mabes Polri malalui Biro Multimedia Divisi Humas membantah dengan keras dan menegaskan bahwa berita yang beredar soal pembubaran enam ormas adalah Hoax," jelasnya.
Mantan Kasubdit Regident Ditlantas Polda Kaltim ini mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai bahkan terprovokasi oleh berita maupun informasi yang belum jelas sumbernya.
"Jangan mudah percaya oleh berita yang tidak jelas kebenarannya," ujar usai memimpin apel pagi tadi.
Selain itu, saat ini pihaknya tengah mewaspadai pergerakan jaringan paham radikalisme seperti ISIS di Tanah Air yang pergerakan mereka mulai terjepit di Timur Tengah.
“Tujuan ISIS dan paham radikal jelas mengacaukan tatanan suatu negara untuk merebut sumber daya alam antara lain pangan dan energi,” ujarnya.
"Laporkan jika ada aktifitas dan pendatang yang mencurigakan di lingkungan sekitar anda," sambung alumnus Akpol 1996 ini.
Perang terhadap ISIS, kata kapolres, tidak hanya dilaksanakan oleh aparat TNI maupun Polri semata, tetapi seluruh rakyat harus turut memeranginya.
(1).png)
Sumber: Divisi Humas Mabes Polri

