PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Rp1,7 M APBD Kaltim buat Influencer: Legislator Kaget, Ekonom Tantang Buka-Bukaan

Home Berita Rp1,7 M Apbd Kaltim Buat ...

Rp1,7 M APBD Kaltim buat Influencer: Legislator Kaget, Ekonom Tantang Buka-Bukaan
ILUSTRASI influencer. Foto: Dok.Pixabay

Samarinda, EKSPOSKALTIM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan Rp1,7 miliar untuk jasa influencer dalam promosi pariwisata. Langkah ini langsung menuai sorotan. Ekonom Universitas Mulawarman, Purwadi Purwoharsojo, menilai anggaran itu terlalu besar dan rawan mubazir.

“Gede amat untuk influencer, apa enggak boros di tengah efisiensi? Kalau semua diserahkan ke influencer, lalu apa kerja OPD terkait seperti Dispar dan Kominfo?” kata Purwadi, Rabu (17/9).

Ia mendesak transparansi penuh soal siapa saja influencer penerima dana tersebut. “Berani enggak buka nama-nama influencer itu? Dana satu rupiah pun harus jelas penggunaannya. Itu uang rakyat,” tegasnya.

Purwadi juga mempertanyakan tolok ukur keberhasilan program. Menurutnya, pemerintah harus menunjukkan target konkret, misalnya peningkatan jumlah wisatawan atau pendapatan daerah dari sektor pariwisata. “Kalau bicara manajemen, input dan output harus clear,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan promosi wisata tidak semestinya hanya bergantung pada influencer. “Promosi Kaltim bisa dilakukan semua orang, dari semua kalangan. Jadi OPD harus kreatif, tidak hanya mengandalkan influencer,” kritiknya.

Sorotan juga datang dari DPRD Kaltim. Beberapa legislator mengaku terkejut saat mendengar kabar ini. “Saya juga baru tahu dari media,” ujar seorang anggota banggar DPRD. Ia heran karena selama pembahasan anggaran tak pernah muncul program untuk pendengung sebesar itu.

Sementara itu, Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, membela kebijakan ini. Menurutnya, influencer adalah strategi efektif untuk memperluas jangkauan promosi wisata Kaltim di era digital.

“Permasalahan utama pariwisata kita adalah kurang promosi. Padahal destinasi bagus banyak, tapi belum ter-blow up optimal. Karena itu, kami perlu strategi komunikasi yang lebih efektif, salah satunya dengan influencer,” jelas Ririn.

Ia menambahkan, melibatkan influencer bukan hal baru. Kementerian Pariwisata maupun sejumlah provinsi lain juga melakukan hal serupa. “Postingan mereka bisa bersinergi dengan konten resmi pemerintah. Harapannya wisata Kaltim lebih dikenal luas dan menarik investor,” tambahnya.

Menurut Ririn, storytelling influencer mampu memperlihatkan pesona destinasi secara lebih personal. “Misalnya saat mereka bercerita tentang pantai di Balikpapan, publik bisa langsung tahu ada spot indah dekat bandara,” katanya.

Dispar Kaltim sudah mulai melibatkan influencer sejak 2024 lewat program fam trip. Tahun ini, fokusnya diperluas dengan anggaran lebih besar. “Intinya bukan soal nominal, tapi bagaimana strategi ini berdampak positif bagi ekonomi kreatif dan sektor pariwisata,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%
Sebelumnya :
Berikutnya :