EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Menjelang berakhirnya tahun ajaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang kembali mengingatkan sekolah, agar pelaksanaan perpisahan siswa tidak memberatkan orang tua.
Sekretaris Disdikbud Kota Bontang, Saparudin, menegaskan bahwa kegiatan pelepasan siswa sebaiknya dikemas secara sederhana, tanpa mengurangi esensi kebersamaan dan penghargaan terhadap perjalanan belajar.
“Baik di tingkat SD hingga SMA kami imbau menyusun konsep acara yang selaras dengan nilai-nilai pendidikan, bukan sekadar seremoni yang berlebihan,” ujarnya.
Pihaknya tidak dapat melarang kegiatan seperti study tour, termasuk yang dilaksanakan ke luar daerah.
Terkait kegiatan tambahan seperti study tour, Disdikbud tidak melarang pelaksanaannya, termasuk ke luar daerah. Namun, sekolah diminta tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua.
“Kami tidak bisa melarang. Keputusan tetap dikembalikan kepada orang tua, siswa, dan komite sekolah,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kebijakan dari pihak sekolah agar kegiatan yang digelar tidak memberatkan.
Menurutnya, salah satu upaya yang disarankan adalah memanfaatkan fasilitas milik pemerintah untuk acara perpisahan.
Karena itu, sekolah diharapkan lebih menekankan pada kegiatan yang bersifat reflektif, seperti apresiasi terhadap capaian siswa, membangun kenangan positif, serta mempererat rasa kebersamaan antarwarga sekolah.
Saparudin juga menilai, praktik perpisahan sederhana yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir di Bontang, terbukti tetap mampu menghadirkan kesan mendalam bagi siswa.
“Yang terpenting bukan kemewahan, tapi nilai yang ditanamkan dan kenangan baik yang dibawa siswa setelah lulus,” pungkasnya.

