EKSPOSKALTIM.com, Kutim - Sungguh malang bagi siswa-siswi yang berada di 4 kecamatan Kabupaten Kutai Timur ini. Yakni Kongben, Longmasangat, Busang dan Sangkulirang. Karena ketiadaan biaya, keempat kecamatan tersebut absen mengirim perwakilannya untuk menjadi calon Paskibraka 2019.
Sementara 14 kecamatan lainnya sudah masuk Diklat, yakni Kaliorang,Muara Wahau, Muara Bengkal, Teluk Pandan,Batu Ampar, Sangatta Utara,Sangatta Selatan, Bengalon, Telen, Karangan, Sandaran, Rantau Pulung, Muara Ancalong, dan Kaubun.
“Saat ini ada 36 peserta terdiri putra dan putri, mereka akan dilatih menjadi calon Paskibraka Kutim pada tahun 2019 dengan tugas utama mengibarkan Bendera Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74 nanti,” kata Plt Kadispora Kutim, Darmansyah.
Minimnya perwakilan kecamatan di luar Sangatta Utara ini, menurut keterangan akibat ketiadaan biaya. Bahkan Dispora Kutim untuk melakukan Diklat Paskibraka tahun 2019, sempat kebingungan karena dana.
“Selama masuk Diklat peserta akan ditanggung semuanya baik konsumsi, akomodasi dan lainnya belum saat pelatihan menjelang peringatan HUT Kemerdekaan nanti,” terang.
Diklat yang digelar selama 2 pekan, dibuka Sekda Irawansyah ditandai dengan penyematan tanda peserta. Dihadapan peserta Diklat yang kesemuanya masih berstatus pelajar SLTA, ia mengungkapkan menjadi anggota Paskibraka salah satu prestasi luar biasa bagi seorang pelajar karena tidak semua pelajar bisa terpilih.
“Banggalah kalian menjadi peserta Diklat Paskibraka ini, karena kalian akan membanggakan orang tua, sekolah dan kecamatan saudara. Apa yang dirasakan selama mengikuti Diklat akan menjadi kenanangn tersendiri, karenanya ikut Diklat ini dengan baik dan tekun jangan lupa jaga kesehatan,” pesan Irawansyah.
Berdasarkan data Dispora Kutim, Sangatta Utara merupakan kecamatan terbanyak yang mengirim peserta yakni 27 orang terdiri 14 orang pria dan 13 orang wanita, sementara kecamatan lain rata-rata satu orang. (adv)

