PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Motif Pembunuhan di Babulu Diduga karena Gurauan Berujung Cekcok

Home Berita Motif Pembunuhan Di Babul ...

Motif Pembunuhan di Babulu Diduga karena Gurauan Berujung Cekcok
TKP Pembunuhan di Babulu Darat. Foto: Istimewa

Penajam, EKSPOSKALTIM – Warga Desa Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), digegerkan oleh penemuan mayat seorang pria bersimbah darah di halaman rumah warga, Sabtu (12/7) pagi. Korban diketahui berinisial H (46), warga Labangka Barat, tewas akibat luka senjata tajam.

Kapolsek Babulu, Iptu Syaifudin, mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 09.30 Wita oleh warga. Korban diduga kuat dibunuh dengan parang.

Pelaku berinisial M (44), rekan kerja korban, sempat melarikan diri ke kebun sawit sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Namun polisi berhasil menangkapnya setelah memberi tembakan peringatan.

“Tersangka awalnya menolak meletakkan senjata. Setelah tembakan peringatan kedua, ia menyerah tanpa perlawanan,” ujar Syaifudin.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah parang berlumuran darah, sebuah helm biru, dan satu unit ponsel dalam kondisi rusak. Pelaku langsung diamankan ke Mapolsek Babulu, sementara jenazah korban dibawa ke RSUD Putri Aji Batung untuk divisum.

Kasi Humas Polres PPU, Aipda Syafruddin, menyebutkan bahwa pembunuhan dipicu oleh perselisihan yang bermula dari gurauan di tempat kerja. Pelaku yang merasa tersinggung dan sakit hati diduga tidak mampu mengendalikan emosi dan langsung melakukan penyerangan.

“Pelaku dikenal akrab dengan korban. Tapi karena sakit hati atas gurauan, ia nekat membacok korban. Korban mengalami luka berat dan meninggal di lokasi,” ujarnya, Senin (14/7).

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Informasi awal dari keluarga korban menyebutkan bahwa keduanya memang saling kenal. Ada dugaan pelaku menyimpan rasa iri karena korban kerap mendapat pekerjaan yang dianggap sebagai bagiannya. Sebelum kejadian, sempat terjadi cekcok di antara keduanya.

Aipda Syafruddin mengingatkan bahwa batas antara bercanda dan menghina bisa sangat tipis. Ia mengimbau pentingnya mengelola emosi agar tidak memicu tindakan fatal.

Polisi masih mendalami motif pembunuhan dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap latar belakang konflik tersebut secara utuh.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :